Salah satu dialog antara Azam dan Aya dalam sinetron Para Pencari Tuhan jilid 6, membuat saya terhenyak. Begini kutipannya:
Azam : “Wanita itu jangan terlalu banyak merayu. Merayu boleh, tapi sesekali aja, jangan sering-sering nanti sensualitasnya hilang.”
Aya: ” Kenapa begitu?”
Azam : “Karena merayu itu tugasnya laki-laki. Menemani bekerja, membuatkan teh, merupakan rayuan yang paling dasyat dari wanita. Itu adalah bukti pengabdian kepada lelakinya.”
—
@JlebMomentArtikel ini membuat saya berfikir ulang :|
Esok pagi saat matahari bersinar… Atau nanti saat senja menusuk ilalang… bukalah hatimu.
"—
MKEngkau yang hatinya sendiri, renungkanlah ini …
Belahan jiwa yang indah itu, yang wajahnya samar-samar tampil dalam mimpimu itu, hanya bisa kau undang kehadirannya dengan keindahan yang sebanding pada dirimu.
Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu.
Maka janganlah engkau malas melembutkan hati, enggan mengindahkan tutur kata, dan menolak menganggunkan perilakumu – tapi berdoa sampai menangis untuk disandingkan dengan belahan jiwa yang indah.
Sangat tidak adil bagimu untuk merindukan kekasih yang menerimamu apa adanya, tapi menuntutnya untuk tidak tertarik kepada orang lain yang lebih banyak adanya daripadamu.
Belahan jiwa yang indah adalah untuk jiwamu yang indah, dan sebaliknya.
Semoga Tuhan membantumu dalam pengembangan keanggunan pribadimu, menjujurkan hatimu, melembutkan tutur katamu, dan menjadikan kehadiranmu pencerah suasana dalam pergaulanmu.
Semoga dengannya, mulai dalam mimpimu malam ini - wajah itu menjadi semakin jelas, dan dalam waktu yang tak lama engkau ditemukan dengannya, di tempat yang akan selamanya kau ingat sebagai tempat kalian berdua jatuh cinta.
Wahai Tuhan Yang Maha Cinta, kami mohon agar Engkau tak memperpanjang kerinduan jiwa-jiwa baik yang sedang sendiri merindukan kehidupan yang utuh, yang lengkap, dan yang penuh kasih dan kesetiaan.
Sandinganlah kami dalam pernikahan yang anggun, yang jujur, yang mesra, yang saling mengidolakan satu sama lain, yang ceria dan setia dalam kemudahan dan kesulitan.
Aamiin
Kemampuan kita untuk bercakap tanpa berkata-kata. Sebenarnya saya bingung, harus bersedih atau mensyukurinya…
—
Senja—
Kamelia
Ich vermisse dich, O!
Jujur aku tak dapat berpaling
Tiba hati t’lah tentukan pilihan
Aku tak memaksa kau untuk menjawab saat ini
Pakai saja waktu yang kau butuhkan
Hey..Ku harap kau percaya
Kesungguhanku padamu
Satu dua minggu akan ku tunggu
Dua tiga bulan masih ku tunggu
Empat lima tahun ku masih di sini
Sampai bulan tak bersinar
Dan mentari telah sirna
Ku akan tetap setia menunggu
Kini bukan waktunya untukku
Bermain dengan hati
Aku mencari seorang kekasih
Yang setia padaku untuk selamanya
Satu dua minggu akan ku tunggu
Dua tiga bulan masih ku tunggu
Empat lima tahun ku masih di sini
Sampai bulan tak bersinar
Dan mentari telah sirna